PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Metodologi Penelitian

atrisi eksperimental

experimental attrition

Ringkasan Singkat

Kehilangan atau mundurnya partisipan dari suatu studi penelitian sebelum pengumpulan data selesai, yang dapat mengancam validitas hasil.

Atrisi eksperimental (juga dikenal sebagai subject mortality) terjadi ketika subjek yang awalnya terdaftar dalam penelitian tidak melanjutkan partisipasi mereka hingga akhir. Masalah utama dari atrisi adalah jika orang-orang yang keluar memiliki karakteristik yang berbeda dari mereka yang bertahan, sehingga merusak penugasan acak yang telah dilakukan di awal.

Misalnya, dalam penelitian tentang program olahraga baru, jika orang-orang yang merasa program itu terlalu berat keluar (atrisi), maka hasil akhir hanya akan menunjukkan data dari orang-orang yang paling bugar, sehingga membuat program tersebut tampak lebih efektif daripada yang sebenarnya. Ini disebut sebagai bias atrisi.

Peneliti harus melaporkan tingkat atrisi dan melakukan analisis untuk memastikan bahwa kehilangan partisipan tersebut tidak menciptakan ketidakseimbangan sistematis antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Shadish, W. R., et al. (2002). Experimental and Quasi-Experimental Designs for Generalized Causal Inference.
  • APA Dictionary of Psychology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback